Satwa (hewan) Indonesia yang dilindungi dari kepunahan ini hanyalan sekedar daftar satwa dengan sedikit ilustrasi. Ternyata tidak sedikit satwa Indonesia yang terancam kepunahan. Dari kliping yang saya punyai (tahun 2003), tersebutkan 546 satwa (hewan) Indonesia yang dikhawatirkan terancam punah. Data terbaru (terus terang) belum saya punyai. Mungkin teman-teman ada yang bersedia membantu.
Satwa-satwa tersebut terancam kepunahan disebabkan oleh berbagai hal diantaranya perburuan, fragmentasi hutan, rusaknya habitat alami, serta pemeliharaan dan perdagangan binatang tersebut.
Daftar satwa di Indonesia yang dilindungi ini saya susun berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Berdasarkan PP tersebut sedikitnya terdapat 70 spisies mamalia, 93 aves (burung), 29 reptil, 20 serangga (insecta), 7 ikan (pisces), 1 antrozoa, dan 13 bivalvia.
Berikut daftar satwa (hewan) yang dilindungi dari kepunahan tersebut
1. Anoa depressicornis (Anoa Dataran Rendah, Kerbau Pendek) dan
2. Anoa quarlesi (Anoa Pegunungan)
Anoa adalah hewan khas Sulawesi. Ada dua spesies anoa yaitu: Anoa Pegunungan (Bubalus quarlesi) dan Anoa Dataran Rendah (Bubalus depressicornis). Keduanya tinggal dalam hutan yang tidak dijamah manusia. Penampilan mereka mirip dengan rusa dengan berat 150-300 kg. Kedua spesies tersebut dapat ditemukan di Sulawesi, Indonesia. Sejak tahun 1960-an berada dalam status terancam punah. Diperkirakan saat ini terdapat kurang dari 5000 ekor yang masih bertahan hidup. Anoa sering diburu untuk diambil kulitnya, tanduknya dan dagingnya.
Anoa Pegunungan juga dikenal dengan nama Mountain Anoa, Anoa de Montana, Anoa de Quarle, Anoa des Montagnes, dan Quarle’s Anoa. Sedangkan Anoa Dataran Rendah juga dikenal dengan nama Lowland Anoa, Anoa de Ilanura, atau Anoa des Plaines.
Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Hewan, Filum: Chordata, Kelas: Mamalia, Ordo:Artiodactyla, Famili:Bovidae, Upafamili:Bovinae, Genus: Bubalus, Spesies: B. quarlesi, B. depressicornis. Nama binomial: Bubalus quarlesi (Ouwens, 1910). Bubalus depressicornis (H. Smith, 1827).
3. Arctictis binturong (Binturong, Binturung, Menturung)
Binturung (Arctictis binturong) adalah sejenis musang bertubuh besar. Beberapa dialek Melayu menyebutnya binturong, menturung ataumenturun. Dalam bahasa Inggris, hewan ini disebut Binturong, Malay Civet Cat, Asian Bearcat, Palawan Bearcat, atau secara ringkas Bearcat. Barangkali karena karnivora berbulu hitam lebat ini bertampang mirip beruang yang berekor panjang, sementara juga berkumis lebat dan panjang seperti kucing
Binturung diburu untuk diambil kulitnya yang berbulu tebal, dan untuk dimanfaatkan bagian-bagian tubuhnya sebagai bahan obat tradisional. Hancurnya hutan juga berakibat pada meurunnya populasi Binturung di alam bebas. Satwa ini dilindungi.
Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Mammalia; Ordo: Carnivora; Famili: Viverridae; Upafamili: Paradoxurinae; Genus: Arctictis (Temminck, 1824) Spesies: A. binturong. Nama binomial: Arctictis binturong (Raffles, 1821).
4. Arctonyx collaris (Pulusan)
Dalam bahasa inggris disebut Hog Badger. Salah satu habitatnya terdapat di Taman Nasional Gunung Leuser Aceh. Hanya itu yang saya ketahui tentang spisies ini.
Klasifikaksi ilmiah: Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Mamalia; Ordo: Karnivora; Famili: Mustelidae; Genus: Arctonyx; Spesies: A. collaris. Nama binomial: Arctonyx collaris (Cuvier, 1825).
5. Babyrousa Babyrussa (Babirusa)
Babirusa (Babyrousa babirussa) hanya terdapat di sekitar Sulawesi, Pulau Togian, Malenge, Sula, Buru dan Maluku. Habitat babirusa banyak ditemukan di hutan hujan tropis. Hewan ini gemar melahap buah-buahan dan tumbuhan, seperti mangga, jamur dan dedaunan. Mereka hanya berburu makanan pada malam hari untuk menghindari beberapa binatang buas yang sering menyerang.
Panjang tubuh babirusa sekitar 87 sampai 106 sentimeter. Tinggi babirusa berkisar pada 65-80 sentimeter dan berat tubuhnya bisa mencapai 90 kilogram. Meskipun bersifat penyendiri, pada umumnya mereka hidup berkelompok dengan seekor pejantan yang paling kuat sebagai pemimpinnya.
Mereka sering diburu penduduk setempat untuk dimangsa atau sengaja dibunuh karena merusak lahan pertanian dan perkebunan. Populasi hewan yang juga memangsa larva ini kian sedikit hingga termasuk dalam daftar hewan yang dilindungi. Jumlah mereka diperkirakan tinggal 4000 ekor dan hanya terdapat di Indonesia. Sejak tahun 1996 hewan ini telah masuk dalam kategori langka dan dilindungi oleh IUCN dan CITES.
Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Mammalia; Ordo: Artiodactyla; Famili: Suidae; Genus: Babyrousa; Spesies: B. babyrussa. Nama binomial: Babyrousa babyrussa (Linnaeus, 1758)
6. Balaenoptera musculus (Paus Biru)
Paus Biru diyakini sebagai hewan terbesar yang ada saat ini. Panjangnya bisa mencapai 33,59 m dan beratnya 181 ton, atau lebih. Paus Biru dapat berenang dengan kecepatan 50 km/jam, ketika berenang untuk perjalanan, kecepatannya sekitar 20 km/jam, sedangkan ketika sedang makan, mereka memperlambat kecepatannya sampai sekitar 5 km/jam. Mulut Paus Biru dapat menampung 90 ton makanan dan air. Umurnya bisa mencapai 80 tahun.
Populasi di seluruh dunia pada tahun 2002 diperkirakan hanya sekitar 5.000 sampai 12.000 ekor saja. Termasuk dalam spesies yang terancam punah. Dilarang untuk diburu sejak tahun 1966.
Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Mammalia; Ordo: Cetacea; Upaordo: Mysticeti; Famili: Balaenopteridae; Genus: Balaenoptera; Spesies: B. musculus. Nama binomial: Balaenoptera musculus (Linnaeus, 1758).
7. Balaenoptera physalus (Paus Bersirip)
Populasi tidak lebih dari 5.000 ekor.
Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Mammalia; Subkelas: Eutheria; Ordo: Cetacea; Subordo: Mysticeti; Famili: Balaenoptiidae; Genus: Balaenoptera; Spesies: B. physalus; Nama Binomial: Balaenoptera physalus (Linnaeus, 1758)
8. Bos Sondaicus (Banteng)
Banteng, Bos javanicus, adalah hewan yang sekerabat dengan sapi dan ditemukan di Myanmar, Thailand, Kamboja, Laos, Vietnam, Kalimantan, Jawa, and Bali. Banteng tumbuh hingga tinggi sekitar 1,6 m di bagian pundaknya dan panjang badan 2,3 m. Berat banteng jantan biasanya sekitar 680 – 810 kg – jantan yang sangat besar bisa mencapai berat satu ton – sedangkan betinanya memiliki berat yang lebih kecil. Banteng memiliki bagian putih pada kaki bagian bawah, punuk putih, serta warna putih disekitar mata dan moncongnya
Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Mammalia; Ordo: Artiodactyla; Famili: Bovidae; Upafamili: Bovinae; Genus: Bos; Spesies: B. javanicus. Nama binomial: Bos javanicus (d’Alton, 1823)
Sementara hanya 8 satwa yang bisa saya kupas (sengaja yang memiliki nama latin dimulai huruf “A” hingga “B”). Untuk satwa yang dilindungi lainnya (berawalan huruf “C” dst) akan saya kupas pada postingan selanjutnya.
Daftar lengkap satwa Indonesia yang dilindungi (Lampiran PP Nomor 7 Tahun 1999) dapat dilihat di sini.
Baca juga:
- Elang jawa yang Malang
- Menonton Kepunahan Hiu Tutul
- Alamku Sayang Alamku Malang
- Kanguru Indonesia Di Papua
- Harimau Sumatera Semakin Langka
- Orangutan Wajib Sekolah Di Pusat Rehabilitasi
Anda dapat melihat daftar seluruh tulisan di: Daftar catatan











yangputri berkata,
26 Juli 2009 @ 5:56 am
Indonesia memang bnyk satwa2 langka yg harus di lindungi, krn sekarang ini bnyk yang memburu binatang langka utk kepentingan komersil contohnya aja ya di rumah temenku ada pajangan binatang burung cendrawasih ma harimau
Dul berkata,
16 Agustus 2009 @ 10:03 pm
Hai aku penggemar alam liar tapi sangat di sayangkan ketika yang diberitakan cuma itu itu aja,dan tak berkembang mana yanp baru?
phiy berkata,
26 Juli 2009 @ 7:10 am
cantik-cantik ya mereka :]
aku khawatir cucu2ku nanti ngga kenal lagi sama anoa..
aku sendiri baru kali ini liat wujud aslinya anoa,
biasanya cuma ilustrasi aja
Fadhilatul Muharram berkata,
26 Juli 2009 @ 9:14 am
klo mau jaga satwa, berarti jaga hutan juga. ya kan??
dedekusn berkata,
26 Juli 2009 @ 10:57 am
Iya Dhila
*bantuin jawab*
dedekusn berkata,
26 Juli 2009 @ 11:00 am
Lindungilah satwa!…
artvisualizer berkata,
26 Juli 2009 @ 11:09 am
harus tetap dilindungi dan dilestarikan supaya tidak punah, sayang kan kalo mereka punah.. hkksss
alamendah berkata,
26 Juli 2009 @ 2:48 pm
@yangputri: burung cenderawasih dan harimau dujadikan pajangan… sangat disayangkan.
@phiy: so, lindungin dai kepunahan.
@Fadhilatul Muharram: Udah diwakili kang dedekusn
@dedekusn: Lindungi satwa dari kepunahan!
@artvisualizer: kepunahan sebuah spisies, kerugian besar buat umat manusia.
jalandakwahbersama berkata,
26 Juli 2009 @ 12:17 pm
Assalamu’alaikum..
Subhanallah…walhamdulillah…walaa ilaha illallah…wallahu akbar…
Sungguh sangat indah dan luar biasa, semua ciptaan Allah SWT
Wa’alaikum salam,
Dewi Yana
sakurata berkata,
26 Juli 2009 @ 2:16 pm
Ikut melindungi pemilik blog ini… eh satwa indonesia
Jangan biarkan anak cucu kita tidak bisa menikmati karunia yang luar biasa ini.
Merdeka !
Satrio berkata,
26 Juli 2009 @ 2:19 pm
iya,,kita harus melindungi satwa-satwa yang hampir punah tsb,,terutama dg menjaga hutan2 di indonesia ttp hijau..:)
pasti kita gag mau anak cucu kita nanti cuma bisa nglyat satwa2 itu lewat gambar..hho..
Kurotsuchi berkata,
26 Juli 2009 @ 3:30 pm
iya kang… kalau tak dijaga, mereka bisa punah. kasihan anak cucu bangsa kita kalau hanya bisa melihat satwa-satwa itu visa katalog binatang yang udah punah
DebyPecundangSejati berkata,
26 Juli 2009 @ 6:53 pm
Komodo dilindungi nggak?
Mari dukung pulau komodo menjadi 7 keajaiban dunia…
!!!
alamendah berkata,
27 Juli 2009 @ 7:20 am
@jalandakwahbersama: Rahmat dari Allah yang kudu kita syukuri. Salah satunya dengan menjaganya.
@sakurata: Autor Blog ini memang harus dijaga (meski bukan termasuk satwa langka) he.. he..
@satrio: Salah satu cara agar mereka lestari adalah melestarikan habitatnya.
@Kurotsuchi: Jangan sampai anak cucu hanya kita warisi katalog binatang2 yang punah. Biarkan mereka menikmati aslinya.
@DebyPecundangSejati: (SiDudud-nya pergi, ya?). Komodo juga termasuk yang dilindungi. Bahkan oleh PPB. Tapi belum bisa saya post kali ini. Tentang New 7 Wonders of Nature, saya sudah vote beberapa kali. Next time mau angkat ke postingan. Biar tambah rame. (ee.. kemarin masih berada diperingkat 13, lho!.)
DebyPecundangSejati berkata,
27 Juli 2009 @ 3:41 pm
iya maz saya setuju banget itu….
sidudud sudah berubah maz
riza berkata,
28 Oktober 2009 @ 4:17 pm
mas tolong di tmbah lagi infonya,,,,
di muat juga dong yang floranya!!!!
makasih
Yep berkata,
26 Juli 2009 @ 7:13 pm
Wah ternyata banyak juga ya? sayang juga klu sampai punah ya ?
bulbul berkata,
27 Juli 2009 @ 12:40 am
artikel yang bagus sekali….
mengingatkan semua seluruh warga yang belum tahu mana aja hewan satwa yang dilindungi…
bagi para pemburu2 wajib baca artikel ini…!!!1
WANDI thok berkata,
27 Juli 2009 @ 2:54 am
Haiyo, blognya dihapdet dunk mas …
rachmat berkata,
27 Juli 2009 @ 5:41 am
aq setuju komodo , karena langka di dunia, di indonesia masih ada
,
binturong perlu juga tuh dilestarikan, coz kyk beruang tapi imut
gaelby berkata,
27 Juli 2009 @ 6:35 am
Lestari alamqu, lesrari negeriqu. Dimana alamku menitipkan enkau…:)
slam knal bro, n good luck !
alamendah berkata,
27 Juli 2009 @ 7:26 am
@Yep: Betul sekali, Yep!
@bulbul: Saya rasa penting untuk diketahui oleh kita semua.
@WANDI thok: Saya belum bisa kayak Pak Guru yang ng-update tiap hari. He.. he… Bisa istiqomah 2 hari sekali aja udah bagus, kan?
@rachmat: bintorung emang lucu. Seperti musang. Karenanya banyak yang ditangkap dan dijinakkan. Yang hidup liar di alam bebas jadi terancam.
@gaelby: Salam kenal kembali, bro. Pernah jadi lagu wajib saya tuh!
angga chen berkata,
27 Juli 2009 @ 6:52 am
indonesiaku lindungilah satwamu…jagalah mereka dari kepunahan…lam kenal ya
Ferry Ogi Setiawan berkata,
27 Juli 2009 @ 7:29 am
ayo lindungi mereka…..jangan sampai punah
Dede berkata,
27 Juli 2009 @ 9:08 am
Lucu2 ya gambarnya. Lo kok bisa nyasar gitu? Salam kenal juga
edda berkata,
27 Juli 2009 @ 10:05 am
Mari kita lindungi satwa2 kita
ahim berkata,
18 November 2009 @ 9:37 am
ya..ayo,eh..kamu..pnya bntng.plihran gk d rmah..?
dasir berkata,
27 Juli 2009 @ 10:22 am
Wah aku langsung suka dengan blog ini karena berbicara masalah satwa yang harus dilindungi dan lingkungan
Di Pekalongan juga hutannya mulai dijadikan pemukiman sehingga banyak satwa yang kehilangan habitatnya mas.
Belum kenal aja sok akrab….hehehe
Ulangi ahh…Salam kenal Mas..mas atau bang atau kang ya?
alamendah berkata,
28 Juli 2009 @ 6:35 am
@angga chen: salam kenal kembali.
@Ferry Ogi Setiawan: Betul sekali sobat!
@Dede: he.. he.. he..
@edda: Mari atuh, Non!
@dasir: terima kasih.
Salah satu cara menghindari kepunahan adalah dengan menyediakan habitat yang layak buat mereka. Hutan! hutan! dan bukannya kebun binatang!!
julie berkata,
27 Juli 2009 @ 10:55 am
jadi inget waktu belajar biologi kelas 1 sma
banyak satwa kita yang cantik dan tak disadari keberadaan mereka
aneka tips berkata,
27 Juli 2009 @ 2:04 pm
indonesia memang banyak yang langka dan harus dilindungi. O ya pada tahu ga , tikus kerah putih juga binatang langka lho. Tapi harus dimusnahkan wkekekek…
Riffy berkata,
27 Juli 2009 @ 2:27 pm
mari kita lindungi hewan” di dunia ini !
indra1082 berkata,
27 Juli 2009 @ 2:29 pm
Ensiklopdi….Mantab..
Nisa berkata,
27 Juli 2009 @ 2:45 pm
Subhanallah…. ^^v saya suka mereka ^^
alamendah berkata,
29 Juli 2009 @ 7:09 pm
@julie: memang tidak sedikit dari kita yang gak sadar kalo kita dikaruniai ‘kekayaan’ spisies satwa yang melimpah…
@aneka tips: sudah termasuk langka, ya?. perasaan dulu masih banyak, tuh…
@ Riffy: yuk, mari…
@indra1082: hanya pungut sana, pungut sini, kok!
@Nisa: tapi jangan naksir, ya…
DebyPecundangSejati berkata,
27 Juli 2009 @ 3:42 pm
Dukung Pulau Komodo
raomianah berkata,
27 Juli 2009 @ 3:44 pm
Ternyata banyak juga satwa yang dilindungi,seandainya kepunahan itu tidak ada…..?
Pasti hewan hewan berlomba dengan manusia memakai sistem KB.
widdy berkata,
27 Juli 2009 @ 4:20 pm
aq belum pernah lht anoa dari sulawesi coz di kampung ku adanya sapi ma kebo juga kambing hehe…
mantabs… semoga satwa-satwa yang terlindungi tidak akan punah
KangBoed berkata,
27 Juli 2009 @ 5:49 pm
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk sahabatku
bening berkata,
27 Juli 2009 @ 7:11 pm
info yang keren pak, buat nambah2 ilmu nih
Artha berkata,
29 Juli 2009 @ 1:51 pm
pastesan jadi langka lha lucu-lucu gitu ya
dasir berkata,
30 Juli 2009 @ 7:36 am
pagi kawan,,tetap semangat dan jangan berhenti melestarikan lingkungan,,heheehy
Hariez berkata,
6 Agustus 2009 @ 11:32 am
Maaf Om Baru berkunjung kembali….dan aku mendukung tulisanmu juga Om.
-salam- ^_^
ririn berkata,
7 Agustus 2009 @ 10:06 am
gw gak suka binatang….
coz,mereka itu jorok2….
tapi,,,,kasian juga c….kalo hruz punah.kan tu barang berharga indonesia
Cahya berkata,
19 Agustus 2009 @ 7:20 pm
kalau cuma satu pihak yang berusaha mati-matian buat melestarikan keanekaragaman hayati di Indonesia kayaknya susah juga. kalau banyak pihak pastilah kepunahan jauh, lestari dekat… Insya Allah
kecuali adanya bencana alam yg nyebabin tu flora/fauna punah.
Tarsius Binatang Unik dan Langka « Alamendah's Blog berkata,
6 September 2009 @ 12:23 am
[...] Satwa Indonesia yang Dilindungi [...]
Jumlah Pulau Indonesia Belum Pasti « Alamendah's Blog berkata,
7 September 2009 @ 12:23 am
[...] Satwa Indonesia yang Dilindungi [...]
Katak Indonesia, Unik dan Langka « Alamendah's Blog berkata,
27 September 2009 @ 9:52 pm
[...] Satwa Indonesia yang Dilindungi [...]
Kanguru Indonesia Di Papua « Alamendah's Blog berkata,
27 September 2009 @ 9:58 pm
[...] Sayang Kanguru yang terdiri atas Kanguru tanah dan Kanguru pohon ini mulai langka sehingga termasuk binatang (satwa) Indonesia yang dilindungi dari [...]
Terima Kasih Alexa, Google, Wordpress, dan Sahabat « Alamendah's Blog berkata,
1 Oktober 2009 @ 9:27 pm
[...] saya kali ini bukan tentang alam dan lingkungan hidup. Bukan tentang Harimau Sumatera dan aneka satwa dilindungi maupun flora langka Indonesia (semacam Anggrek Hartinah). Juga bukan tentang kerusakan alam di [...]
izdihar nur adiba berkata,
4 Oktober 2009 @ 12:00 pm
qt hrs melindungi flora dan fauna yang ada di indonesia…………..
Ikan Siluk Merah, Satwa Pesona Nusantara « Alamendah's Blog berkata,
4 Oktober 2009 @ 8:41 pm
[...] Satwa Indonesia yang Dilindungi [...]
Klasifikasi dan Jenis Ikan Lele « Alamendah's Blog berkata,
4 Oktober 2009 @ 8:44 pm
[...] Satwa Indonesia yang Dilindungi [...]
asrifa berkata,
5 Oktober 2009 @ 3:11 pm
iy benar tpie ngomong2 nyari tumbuhan langka dimana ya……?
wewewewe berkata,
8 Oktober 2009 @ 7:22 pm
ggggg
INFORMASI UMUM-ON LINE « Htts's Blog berkata,
12 Oktober 2009 @ 12:31 pm
[...] Satwa Indonesia yang Dilindungi [...]
Burung Maleo Si Langka Anti Poligami « Alamendah's Blog berkata,
12 Oktober 2009 @ 9:31 pm
[...] sebagai satwa endemik Burung Maleo (Macrocephalon maleo) ini yang mulai langka dan dilindungi ini juga merupakan burung yang unik. Keunikannya mulai dari struktur tubuh, habitat, hingga tingkah [...]
Nabilla Eda Yusufa berkata,
16 Oktober 2009 @ 11:52 am
ya…mari kita menjaga kelestarian flora-fauna indonesia….kalau bukan kita,siapa algi yg melindungi??
rudy irawan berkata,
16 Oktober 2009 @ 2:04 pm
WAW HEWAN LANGKA NYA tamba lagi dooonks
Wahyu Widodo berkata,
16 Oktober 2009 @ 7:05 pm
Tidak hanya binatang yang telah disebutkan diatas terancam punah, masih banyak lagi contoh, Orang utan, harimau sumatera, badak dan yang lainnya rekan2 pasti bisa menebaknya. Begitu mudah hukum dan peraturan negara ini tentang perlindungan satwa liar untuk dilanggar atau bahkan tidak digubris, padahal kewibawaan negara dikarenakan keberadaan mereka (Satwa Khas negara Indonesia) juga, saya begitu sedih bahkan miris sering mendengar perburuan liar yang kebanyakan beralasan ekonomi, penebangan hutan untuk lahan, untuk obat atau yang paling hina beralasan sekedar hobi berburu. Jangan kaget bila nanti generasi penerus Kita hanya mengetahui satwa khas bangsa ini hanya dari cerita dibangku sekolah atau hanya didalam dongeng saja. Semoga pendapat saya ini dibaca oleh Bapak2 atau Ibu2 Pejabat negara Kita ini dan bisa mengetuk hati mereka dan melakukan hal yang semestinya untuk kelestarian satwa Indonesia dan Hutan
Jalak Bali Nyaris Punah Di Habitat Asli « Alamendah's Blog berkata,
16 Oktober 2009 @ 9:06 pm
[...] serius dari pemerintah Republik Indonesia, yaitu dengan ditetapkannya makhluk tersebut sebagai satwa liar yang dilindungi oleh undang-undang. Perlindungan hukum untuk menyelamatkan satwa tersebut ditetapkan berdasarkan [...]
Quw maniezz berkata,
19 Oktober 2009 @ 8:15 pm
oi oi oi oi oi oi …
kacian bgt y hewa langka padahal cakep” bagus” n unik”
sapa seh yg memburu mereka g ngerti sopan santun tau…
kacian ka mereka skarang mereka jadi hewan yang terancam punah
wach lama” klo truzz d buru mereka bakal abizz dech…
hikh…hikh…hikh…kacian…:(
Pakde Cholik berkata,
21 Oktober 2009 @ 10:52 am
Lo kok sedikit sekali tho mas, atau sudah ada daftar yang lain.Harus digali lagi agar bhewan langka tetap eksis di negeri tercinta.
salam hangat dari Surabaya
Merak Hijau Keindahan Berbuah Petaka « Alamendah's Blog berkata,
24 Oktober 2009 @ 8:30 am
[...] mampu mengembang bagai kipas. Namun justru karena keindahan itu yang membawa petaka bagi kehidupan satwa langka dan dilindungi [...]
Nada Annuha berkata,
27 Oktober 2009 @ 8:24 pm
kayaknya kurang deh! yang dijelasin tambahin dong..
alamendah berkata,
27 Oktober 2009 @ 8:28 pm
@Nada Annuha:
Udah ditambahin, kok. Malah dibikinin artikel sendiri-sendiri. Untuk jelasnya (kalau mau lihat seluruhnya) dapat dilihat di halaman daftar catatan.
Ada tentang harimau, jalak bali, elang jawa, badak jawa, orangutan, tarsius, kanguru, sampai soal katak. Komplit pokoke.
Rani berkata,
31 Oktober 2009 @ 5:16 pm
Thx!,,
.akhir ny slsai dech tgs w !
)
.lam knl y !!
. Thank you so much”!
Nate Poole berkata,
5 November 2009 @ 12:18 am
would i be allowed to use some of the above images in a report on india? The paper may be posted on the campus site and displayed to others? I wanted to get permission to use the image of Bintuang?
thol'at wafa berkata,
9 November 2009 @ 4:55 pm
makasih yaa… atas informasinya.
alamendah berkata,
9 November 2009 @ 5:10 pm
@Rani:
Senang rasanya tulisan sederhana ini turut membantu terselesaikannya tugas kamu.
@Nate Poole:
Gladly. Articles (including images) on my blog is free of copy paste. Provided that not aim to commercialized
@thol’at wafa:
Terima kasih kembali
annassa harmony berkata,
15 November 2009 @ 3:33 pm
qo cuma sedikit ci??
Nada Annuha berkata,
15 November 2009 @ 4:05 pm
oke deh.thanx
Antika ramadhani irsaputri berkata,
22 November 2009 @ 8:57 am
Wah, kasihan binatang yang hampir punah tetap diburu, TEGA SEKALI ORANG YANG MEMBURUNYA !!!!!!!!!
Antika ramadhani irsaputri berkata,
22 November 2009 @ 9:06 am
Iya benar sekali itu orang itu berati TIDAK MENYAYANGI ALAM !!!!!!!
sakti indra yudha berkata,
22 November 2009 @ 6:45 pm
jahat….